TATA CARA MELAMAR KERJA

Tips Menghadapi Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan

Dalam proses seleksi melamar pekerjaan, wawancara sering kali dianggap mudah. Namun dalam sesi wawancara beberapa orang gagal mendapatkan pekerjaan yang didambakannya. Untuk itu sesi wawancara harus dipersiapkan dengan sunguh-sungguh. Berikut tips rahasia sukses wawancara saat melamar pekerjaan;

1. Berapa gaji yang Anda minta?

Jawab:

Sebutkan gaji yang besarnya realistis.Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.

2. Apa kelebihan utama Anda?

Jawab:

Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”

3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?

Jawab:

Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.

4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?

Jawab:

Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.

5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?

Jawab:

Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.

6. Adakah contoh kegagalan Anda?

Jawab:

Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah

7. Apakah Anda punya pertanyaan?

Jawab:

Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.

[Tips & Trik] Membuat Curriculum Vitae (CV) Untuk Melamar Pekerjaan

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda.

Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status pernikahan, tempat dan tanggal lahir.

Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status pernikahan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Berikut ini beberapa hal yang baiknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup untuk perusahaan/instansi/lembaga di Indonesia.
A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae / Daftar Riwayat Hidup.

1. Identitas (Data Pribadi).
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti :
1. Nama Lengkap :
2. Jenis Kelamin : > ex: Laki-laki / Perempuan
3. Tempat dan Tanggal Lahir : > ex: Jakarta, 17 Agustus 1986
4. Kewarganegaraan : > ex: Indonesia
5. Agama :
6. Status Pernikahan : > ex: Menikah – Belum Menikah
7. Tinggi dan Berat Badan : > ex: 170 cm – 65 kg
8. Alamat Lengkap :> ex: Nama Jalan, Blok, No. Rumah, RT/RW, Nama Perumahan/Komplek, Kecamatan, Kelurahan, Kota, Propinsi, serta Kode Pos.
9. Nomer Handphone, Telp. Rumah, * Fax (optional) : > ex: 0856.1234.567 / 021.880.1234
10. Email (recommended) :
2. Pendidikan.
Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya.
Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).
3. Kemampuan.
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki.
Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.
4. Pengalaman kerja.
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan.

Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.
5. Pengalaman Organisasi. (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut.
Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.
6. Referensi Kerja. (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

Penting :

Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda.

Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).
7. Pengalaman lain yang menunjang. (bila ada)

Cantumkan pengalaman lain yang menunjang “promosi anda”.
Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut.

Jika anda melamar untuk posisi program komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan.
Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.
B. Tips Penulisan. (Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung)

1. Gunakan kertas putih polos.
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).
Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.
2. Diketik dengan huruf standar surat resmi.
CV jangan ditulis tangan, namun diketik dengan komputer / laptop.

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman atau juga Calibri.

3. Foto terbaru.
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 4×6. (kebijakan perusahaan)

Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).
Background foto pilh warna yang standart : Merah, Biru, atau Abu-abu (kebijakan perusahaan)
Lampirkan minimal 2 lembar.

4. Dokumen pendukung.
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb(dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).

Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.

Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya.

Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda.

Namun, seandainya perusahaan penerima kerja mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda “terpaksa” melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.
C. Beberapa Saran Penting.

1. Jujur, Jangan Berbohong.
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya.
Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman.
Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

2. Jumlah Halaman.
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman.
Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak.

Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah. Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

3. Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan.

Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.

4. Eksplisit (Gamblang, Jelas).
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.

Contoh: CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya.

Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta.
Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila – Jakarta.

5. Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna.
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya.

Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold).

Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Tips melamar kerja

Sebelum anda melamar perkerjaan anda harus memahami point-point penting sebelum melamar kerja antara lain:

  • Surat lamaran kerja
  • pahami Jenis pekerjaan
  • pahami kemampuan anda
  • pahami bidang perusahaan tempat anda melamar kerja

1.  Surat lamaran kerja
Surat lamaran kerja pada dasarnya merupakan surat permohonan untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan pekerjaan.

Surat lamaran kerja haruslah dapat menjual, karena mewakili diri sendiri dihadapan pihak pemberi kerja. Surat lamaran kerja harus disertai resume atau riwayat hidup sebagai bagian yang tidak terpisahkan.

Riwayat hidup berisi tentang uraian data pribadi, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, aktifitas sosial, penghargaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan informasi mengenai riwayat diri yang berkaitan dengan dunia profesional. Seperti halnya surat lamaran kerja, riwayat hidup mewakili diri kita sendiri.

Menjelaskan gambaran mengenai siapa kita secara professional. Riwayat hidup yang baik adalah yang bersifat informatif, jelas, dapat menggambarkan diri secara positif dan jujur, sehingga diharapkan dapat “menjual”.

2.  pahami jenis kerja
Sebelum anda melamar kerja disuatu perusahaan,sebaiknya anda memahami terlebih dahulu jenis pekerjaan yang akan anda lamar.

Apa sesuai dengan kemampuan yang anda miliki atau tidak.

3. pahami kemampuan anda
Jika jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuan anda maka akan menjadikan nilai plus bagi anda, karena saat pihak perusahaan melakukan interview kepada anda dan melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan perkerjaan yang akan anda hadapi kedepannya. anda bisa menjawab pertanyaan tersebut.

“percayalah pada kemampuan anda” jangan gugup saat interview berlangsung. “relax”

4. pahami bidang perusahaan
Yang terahir adalah anda harus memahami bidang perusahaan,dibidang apa perusahaan tersebut berjalan.

Jadi anda akan merasa enjoy dalam berkerja dan bisa bekerja maksimal karena perkerjaan yang anda geluti cocok dengan kemampuan anda

“contoh : bank yang berhubungan dengan acounting, perusahaan komunikasi yang berhubungan dengan informasi dan teknologi”

Tips mengikuti Jobfair dan melamar kerja melalui jobfair

Ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna bagi Anda yang akan mengikuti event event mencari kerja seperti jobfair yang sering diselenggarakan…

  1. Pastikan bahwa pihak penyelenggara jobfair memang sebuah lembaga yang bonafit
  2. Pastikan Anda sudah mengetahui  perusahaan apa saja yang berpartisipasi pada event tersebut, termasuk loker apa saja yang mereka buka, sehingga Anda dapat menyiapkan dan membuat “peta” dimana saja kira kira Anda akan mendaftar dan memasukkan lowongan kerja
  3. Siapkan segala macam kelengkapan melamar, ex: Surat Lamaran, CV, IJASAH/SKL, Transkrip Nilai, Fotocopy KTP , foto berwarna 3×4 sedikit saja dan 4×6 dalam jumlah banyak
  4. Kelengkapan diatas hendaknya dibuat sesuai jumlah lamaran yang akan Anda masukan, tapi untuk berjaga-jaga, silahkan dibuat lebih (sebagai cadangan)
  5. Jika Anda seorang yang tidak mudah “pusing” maka sebarlah CV  sebanyak mungkin ke semua perusahaan yang menggelar jobfair, tapi kalau menurut hemat saya lamarlah pekerjaan yang sesuai dibidang Anda, atau paling tidak pekerjaan yang memang Anda sukai (jadi harus tau dulu jobdesknya) . Karena jika pada jobfair yang sama Anda melamar banyak perusahaan secara membabibuta, alhasil Anda akan dibuat pusing oleh jadwal test yang bersamaan/ bentrok (karena banyak perusahaan yang langsung mengadakan interview / psikotes setelah Anda menyebar CV anda).
  6. Jangan membeli AMPLOP atau MAP terlalu banyak ,karena sungguh itu tidak / jarang berguna
  7. Saat jobfair mungkin kebanyakan orang berpikir mereka hanya menyerahkan syarat2 melamar (point 3), tapi jangan salah, kebanyakan atau sebagian besar langsung mengadakan “walk in interview” di tempat!  Jadi usahakan saat datang ke jobfair pakailah pakaian yang menunjukan Anda siap bekerja, bukan dengan dandanan kalau mau ke mall ato jalan-jalan.
  8. Untuk wanita, disarankan agar tidak memakai hak yang terlalu tinggi, selain lebih karena kenyamanan, tentunya hal itu akan menyakitkan Anda sendiri yang harus berdiri seharian
  9. Usahakan berangkat pagi pagi pada hari pertama, karena ada beberapa perusahaan yang hanya membuka stand-nya pada hari pertama saja, di lain pihak juga agar Anda tidak perlu mengantri sampai menjelang siang hari.
  10. Hal terpenting, selain menyiapkan diri Anda, siapkan juga hati Anda dengan BERDOA dan memohon RESTU dari orang tua.

RESOLUSI TAHUN BARU DI TEMPAT KERJA

Tahun 2012 sudah ada di depan mata, namun status single masih setia melekat pada diri Anda? Alasan mengapa Anda belum juga mendapatkan kekasih bisa jadi karena kehidupan kantor Anda yang terlalu sibuk sampai tidak sempat mencari pasangan. Padahal teman-teman Anda sudah mulai berkencan dengan pasangan barunya bahkan sudah ada yang menikah. Hal ini cukup membuat Anda panik.

Sebagian orang mungkin ada yang memasukkan list ‘mendapatkan pasangan baru’ dalam resolusi tahun 2012 mereka. Jika Anda juga melakukan hal serupa, bacalah artikel berikut untuk membantu mewujudkan resolusi tersebut. Semoga berhasil!

1. Bersosialisasi dengan Teman Kantor
Selama masa sekolah, mungkin Anda merasa mencari pacar adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan karena di sekitar Anda banyak sekali pria-pria yang bisa Anda jadikan kandidat. Namun memasuki dunia kerja, ternyata lingkungan tersebut berubah. Banyak orang yang terjebak dalam situasi seperti ini, terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai tidak sempat menemukan pasangan.

Jika Anda merasa berada dalam posisi tersebut, cobalah untuk lebih bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Tinggalkan sejenak tumpukan pekerjaan Anda, dan berinteraksilah dengan teman-teman kantor. Pekerjaan di kantor memang tiada habisnya, namun ini bukan sebuah halangan untuk mendapatkan pasangan. Buatlah target harian dalam mengerjakan tugas kantor, jika target tersebut selesai, tundalah pekerjaan yang tersisa untuk hari berikutnya.

Manfaatkan waktu makan siang untuk makan di luar kantor bersama teman-teman Anda baik di kantin, food court maupun mall. Di sini Anda bisa bertemu dengan lebih banyak orang.
Luangkan juga waktu Anda pada Jumat malam. Banyak pekerja yang memanfaatkan waktu ini untuk pergi bersama teman-teman kantornya untuk sekedar makan, nonton, ngopi, maupun pergi ke bar. Kesempatan Anda untuk bertemu orang-orang baru juga lebih besar.
Bersosialisasi dengan teman-teman kantor memberikan banyak keuntungan untuk Anda. Selain membuat Anda merasa lebih bahagia dengan kehidupan kantor, bersosialisasi dengan mereka juga bisa membuka jalan untuk menemukan pujaan hati. Siapa tahu, bukan orang baru yang menjadi pasangan Anda berikutnya, tapi justru teman kantor Anda sendiri.
2. Membuka Diri
Untuk beberapa orang, meeting dengan klien adalah hal yang sering dilakukan. Gunakan kesempatan ini untuk mencari pasangan. Bukalah diri Anda dengan orang-orang baru tersebut, jadikanlah mereka lebih dari sekedar klien.
Jalin hubungan pertemanan dengan mereka sehingga sesekali Anda bisa keluar bersama, bukan untuk membahas pekerjaan tapi untuk bersenang-senang. Mulailah hubungan ini sebagai teman, jika Anda tidak tertarik dengan orang tersebut, siapa tahu di lain kesempatan dia mengajak teman kantornya yang lebih menawan untuk makan siang dengan Anda.

Manfaatkan setiap kesempatan untuk bertemu orang baru, tidak hanya melalui meeting dengan klien, tapi bisa juga melalui pelatihan, outing, maupun gathering. Banyak perusahaan yang sering mengirim karyawannya untuk mengikuti pelatihan di sebuah institusi tertentu, gunakan kesempatan tersebut untuk menjalin pertemanan dengan orang yang Anda temui. Semakin Anda membuka diri, semakin banyak teman Anda. Ini berarti kesempatan Anda untuk mendapatkan pasangan menjadi lebih besar.
3. Fitnes
Di kota-kota besar seperti Jakarta, fitnes sudah menjadi gaya hidup. Banyak orang yang pergi ke gym bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk bergaul. Banyak pusat-pusat kebugaran yang memiliki member eksekutif muda, terutama jika tempat tersebut berada di dekat gedung perkantoran. Pusat kebugaran yang besar, rata-rata memiliki ratusan member, Anda akan sering bertemu dengan pria-pria seksi di tempat ini.

Selama latihan, gunakanlah alat yang berada di dekat beberapa pria-pria lucu ini. Anda bisa berpura-pura meminta bantuan mereka untuk menggunakan alat tersebut sebagai bahan memulai obrolan. Anda juga bisa berinteraksi dengan mereka di kelas maupun di kolam renang. Banyak orang yang menemukan pasangan mereka di gym, sehingga tidak ada salahnya Anda mencoba cara ini. Selain menyehatkan badan, berolahraga juga bisa menjauhkan Anda dari stres. Mendapatkan teman kencan, itu bonus.
4. Kuliah Lagi
Setelah 2-3 tahun bekerja, rata-rata karyawan ingin menambah pengetahuan dan keahlian mereka dengan mengikuti pendidikan master di berbagai universitas. Jika Anda juga mempunyai niat seperti ini, ada baiknya Anda segera mendaftarkan diri untuk kuliah lagi. Mahasiswa-mahasiswa S2, terutama yang mengambil kelas malam, kebanyakan adalah eksekutif muda yang statusnya masih lajang. Anda juga bisa memanfaatkan untuk mencari pasangan di tempat baru ini.

Walaupun jumlah mahasiswa dalam satu kelas tidak terlalu banyak, tapi pada awal-awal perkuliahan sering diadakan kuliah umum. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut untuk berkenalan dengan orang baru sebanyak-banyaknya. Selain bisa menambah ilmu, teman-teman baru Anda juga bisa membantu Anda untuk beberapa urusan kantor, dan siapa tahu ada yang bisa menjadi tambatan hati Anda.

Kembali ke bangku kuliah pasti sangat menyenangkan. Anda bisa mendapatkan teman-teman baru dengan suasana khas anak sekolah. Jika selama ini Anda kesulitan mencari pasangan di kantor, mungkin Anda bisa mendapatkannya di lingkungan seperti ini. Kuncinya adalah membuka diri.
5. Kursus & Gabung dalam Komunitas
Biasanya yang membuat ketertarikan antara dua orang adalah kesamaan yang ada pada diri mereka. Mengikuti kursus yang sesuai dengan minat Anda, bisa menjadi jalan untuk menemukan pasangan baru, karena di sana Anda bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan hobi maupun minat dengan Anda. Misalnya kursus bahasa Korea.

Anda juga bisa mengikuti club tertentu sesuai dengan minat dan profesi Anda, misalnya marketeers club bagi Anda yang suka dan berprofesi sebagai marketing atau auditor club, enterpreneur club, bike-to-work club dan masih banyak lagi. Komunitas ini biasanya memiliki banyak member dengan jadwal pertemuan yang reguler, sehingga Anda bisa melakukan aktivitas ang menyenangkan bersama dengan orang-orang baru yang tentu saja bisa Anda jadikan kandidat untuk menjadi pasangan Anda.
6. Online Dating
Di luar negeri, online dating merupakan salah satu cara paling ampuh untuk mencari teman kencan. Di Indonesia sendiri, cara seperti ini masih belum lazim. Memanag banyak yang memandang negatif cara ini, tapi ada juga yang berhasil menemukan pasangan hidup melalui situs tersebut.

Jika Anda tidak yakin dengan online dating karena keamanannya, cobalah situs jejaring sosial seperti Twitter, LinkedInk, Facebook, maupun komunitas online yang sering mengadakan offline gathering. Anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru yang masih berada di zona aman Anda. Anda bisa bercakap-cakap melalui situs tersebut, namun jangan terlihat agresif. Berikan jeda agar si dia yang mencari Anda.

TIPS BERPAKAIAN YANG BAIK SAAT INTERVIEW PEKERJAAN PERTAMA KALI

Survei yang dilakukan TK Maxx, sebuah toko pakaian di Inggris, mendapati bahwa pakaian ketat atau atasan yang menampakkan belahan dada akan cepat sekali mempengaruhi penilaian pewawancara dan menutup peluang Anda untuk diterima bekerja. Pilihan pakaian lain yang sebaiknya tidak dikenakan adalah atasan putih dengan bra warna hitam di baliknya.

Sementara itu, meskipun model pakaian pria umumnya “begitu-begitu saja”, tetapi pakaian yang kusut, celana panjang berpinggang tinggi, atau dasi yang lucu, juga akan mengacaukan wawancara.

Dalam survei yang melibatkan 2.000 karyawan ini juga terlihat, sepertiga dari atasan akan membuat keputusan dalam 90 detik pertama wawancara berlangsung. Oleh karena itu, manajer rekrutmen Kieran How, dari firma perekrutan tenaga kerja Eden Brown, mengatakan lebih baik Anda memilih pakaian yang aman saja.

“Anda perlu memberikan kesan pertama yang baik dengan mengenakan pakaian yang tepat. Jika tidak, Anda akan mengacaukan peluang Anda, bahkan sebelum Anda membuka mulut,” katanya. “Pewawancara mungkin saja senang melihat perempuan cantik memakai atasan ketat yang menampakkan belahan dada, tapi Anda tidak akan tahu apa keputusannya.”

Pakaian yang aman, menurutnya, adalah pakaian yang disetrika rapi, pas di badan, dalam warna-warna netral. Pria sebaiknya bercukur dulu, dan memperhatikan penampilannya secara keseluruhan. Sebanyak 81 persen pewawancara mengatakan setelan rapi menunjukkan bahwa pelamar tersebut sangat tertib dan efisien. Pakaian dengan warna terang dan trendi sebaiknya tidak dikenakan, terbukti tujuh dari 10 pewawancara mengatakan tidak menghargai pelamar yang kelewat fashionable.

Pendek kata, wawancara kerja bukan tempat yang tepat untuk menjajal pakaian yang heboh, atau yang menunjukkan bagian tubuh Anda yang harusnya tersembunyi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s